-->


Sekilas "The Siswanto Institute" "The Siswanto Institute" ini sebagai tempat kajian, curah rasa dan pemikiran, wahana urun rembug dan berbagi praktik baik. Memuat isue strategis aktual dan faktual, baik lingkup nasional, regional, maupun global. Berhubungan dengan dunia Pendidikan, Politik, Agama, Sains dan Teknologi, Pembelajaran, Bisnis-Kewirausahaan, Opini, Merdeka Belajar dan pernak-perniknya. Pembahasan dan informasi terutama dalam Pendidikan Vokasi-SMK dan contain lainnya. Selamat berbagi dan menikmati sajian kami. Menerima masukan, kritik, sumbangsih tulisan artikel dan pemikiran, semoga bermanfaat.

Bagaiamana Sebaiknya Program Kerja disusun?

- July 05, 2024
advertise here
advertise here

 

     Bagaiamana Sebaiknya Program Kerja disusun?

 

Memasuki tahun pelajaran baru (2024/2025), setiap sekolah khususnya (SMK) menyiapkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), sehingga siap diimplementasikan di awal tahun ajaran baru. Tim manajemen sekolah yang diserahi amanah untuk menggawangi kegiatan ini sering kali kebingungan. karena KOSP pastinya akan dilengkapi dengan review ulang "Visi dan Misi" Sekolah apakah masih relevan dimasa yang akan datang? Masihkah mampu menjawab tantangan dan peluang sesuai dengan perkembangan jaman? Selain pentingnya pemenuhan raport pendidikan, dalam penjaminan mutu pengelolaan sekolah.

Menurut Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah, Penjaminan Mutu Pendidikan adalah suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu. 

Dalam Permendikbud tersebut, pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4 dinyatakan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya disebut SPMI-Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dasar dan menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui standar nasional pendidikan. 

Berdasarkan hal tersebut sekolah sebagai satuan pendidikan (Satpen) wajib menerapkan SPMI, agar minimal bisa sesuai dengan standar bahkan bisa melampui 8 (delapan) standar nasional pendidikan (SNP). 

Tujuan SPMI adalah untuk menjamin pemenuhan standar satuan Dikdasmen secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada Satpen secara mandiri. Fungsi SPMI adalah sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh Satpen untuk pendidikan lebih berkualitas/bermutu. 

Karenanya sekolah dalam menyusun program kerja harus selaras dengan Visi dan Misi sekolah serta 8 (delapan) SNP yang menjadi acuan dalam program kerja sekolah, Mampu membaca potensi dan peluang yang ada, menjadi lebih berkembang, dan bermafaat bagi sekolah, utamnya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bermoral tinggi pada Satpen. 

Setelah di breakdown dari visi, misi, tujuan dan sasaran, program kerja menjadi vital. Khusus pada tujuan dan sasaran bisa terlaksana jika ada real program kerja yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi. Program kerja akan lebih efektif dan efisien jika dianggarkan dan dimasukan dalam rencana anggaran sekolah (RKAS).

Program kerja adalah susunan rencana kegiatan kerja yang sudah dirancang dan telah disepekati bersama untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Program kerja harus dibuat secara terarah, sebab akan menjadi pegangan sekolah dalam mencapai tujuan sekolah. Program kerja menjadi tolak ukur dalam pencapaian target saat melakukan pekerjaan. Hasilnya akan di evaluasi pada masa akhir kegiatan.

Tujuan Umum Program Kerja

1. Mendukung tercapaianya Visi Dan Misi, rogram kerja dilaksanakan sesuai rencana yang disepakti bersama, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab jelas siapa yang melakukan dan evaluasinya. Dierkejakan seusai time frame, waktu yang ditetapkan.

2. Menjawab Kebutuhan Sekolah. Dibuat dengan strategi yang tepat untuk memecahkan persoalan sehingga targetnya dapat tercapai.Program kerja yang terencana dan tepat dapat menjadi solusi efektif bagi masalah ada di sekolah, Baik samalah dari inetrnal sekolah sendiri maupun masalah eksternal.  

3. Membantu Sekolah Bekerja Secara Sistematis dan Terstruktur. Dengan program kerja yang baik maka dapat membantu setiap anggota pada sekolah bekerja secara sistematis dan terstruktur, sehingga kinerja sekolah dapat meningkat.

Adapun Manfaat Program Kerja

1. Memunculkan Rasa Kebersamaan Di Dalam Sekolah. Setiap anggota sekolah akan memiliki rasa kebersamaan dalam melakukan kegiatannya,  karena perencanaan program kerja telah di sepakati bersama, sehingga tujuan sekolah menjadi tujuan bersama juga.

2. Memunculkan Rasa Tanggung Jawab Terhadap Tugas Masing-Masing. Dengan program kerja yang telah disepakati bersama maka setiap anggota pada sekolah akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Dengan setiap anggota memiliki rasa tanggung jawab maka dapat membantu sekolah dalam mencapai tujuannya.

3. Citra Baik Sekolah Semakin Baik. Pihak yang berada di luar sekolah seperti masyarakat akan melihat bahwa sekolah tersebut bekerja secara efektif, terstruktur dan berperilaku baik dalam menjalankan tugasnya sehingga membuat citra sekolah tersebut semakin baik.

Program Kerja berdasarkan dari waktu perencanaannya meliputi:

1. Untuk satu periode kepengurusan, berdasarkan jangka waktu ini maka rapat kerja umumnya hanya di lakukkan satu kali saja, lalu melakukan evaluasi maupun koordinasi terhadap program-program kerja yang sudah dijalankan.

2. Untuk satu waktu tertentu, dalam kurun waktu ini biasanya rapat kerja dilakukan beberapa kali selama satu periode, jangka waktu tersebut bisa triwulan, caturwulan dan lain-lain.

Adapaun beberapa tahapan penyusunan program kerja, sebagai berikut :

1. Analisis. Dengan menganalisis dan mendiskusikan bersama terhadap hal-hal yang dianggap penting, sehingga perlu diutamakan dalam membuat program kerja yang nantinya akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan sekolah.

2. Ide Dasar. Menentukan ide dasar untuk program kerja yang akan disusun, dalam mendiskusikan maupun merumuskan ide untuk program kerja harus sesuai dengan apa yang ditemukan dalam diskusi dan berhubungan dengan persoalan yang ditemukan.

3. Tujuan. Merupakan tujuan yang akan di wujudkan melalui program kerja yang di susun. Tujuan ini harus sesuai dengan ide dasar yang ditentukan dan harus realistis sesuai dengan persoalan yang dihadapi dan harus dipecahkan.

4. Subyek Sasaran. Maksudnya menentukan subyek yang menjadi sasaran dari program kerja yang dirancang. Dalam memilih subyek yang perlu diperhatikan yaitu kemampuan yang dimilikinya supaya program kerja yang di susun dapat terlaksana dengan baik dan efektif.

5. Ukuran Keberhasilan. Merupakan indikator yang nantinya menjadi penilaian apa program kerja telah berhasil atau belum. Dalam membuatnya harus dicantumkan cara memperoleh indikator tersebut, misalnya dengan cara kuesioner, pengamatan, wawancara, dan lain-lain.

6. Menentukan Model, Metode Dan Materi. Menentukan jenis model, metode dan materi kegiatan-kegiatan yang akan digunakan untuk melaksanakan program kerja yang telah disusun.

7. Tempat Dan Waktu. Menentukan tempat dan waktu yang tepat dalam melaksanakan program kerja tersebut, karena dengan menentukan tempat dan waktu yang tepat maka dapat memberikan kelancaran dalam menjalankan program kerja.

8. Tim Pelaksana. Penting sekali menentukan tim pelaksana dalam menjalankan program kerja, ketika menentukan tim pelaksana harus memperhitungkan secara tepat tenaga pendidikan dan kependidikan yang ada pada sekolah. Dengan menentukan tim pelaksana maka sekolah akan terhindar dari penumpukan peran atau tugas pada anggota tertentu dan setiap tim dapat fokus terhadap tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Dapat disimpulkan bahwa program kerja merupakan susunan rencana kegiatan kerja yang sudah di rancang untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari program kerja secara umum yakni, dapat membantu pencapaian visi dan misi suatu sekolah, membantu menjawab kebutuhan sekolah dan membantu sekolah bekerja lebih sistematis dan terstruktur.

Demikian bagaimana program kerja dibuat oleh Satpen, dengan penuh tanggungjawab, sesuai kewewenangan masing-masing. Memastikan sekolah sebagai suatu sistem yang menjamin pengelolaan sekolah sesuai standar mutu pendidikan.

 


Advertisement advertise here

Promo Buku

Promo Buku
Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan

Supervisi Pendidikan

Pengembangan Kebijakan Pendidikan

Logo TSI

Logo TSI
Logo The Siswanto Institue
 

Start typing and press Enter to search